Keylogger adalah sebuah program yang berfungsi untuk memantau aktivitas pengguna perangkat elektronik/device (seperti: komputer, laptop, HP). Keylogger merupakan jenis trojan spyware yang dirancang untuk melakukan serangan atau memata-matai.
Bila spyware ini sukses masuk ke device korban, maka seluruh aktivitas akan dicatat dan didokumentasikan oleh program berdasarkan input/ketukan pada keyboard/keypad. Contohnya halaman web yang pengguna kunjungi, seluruh nama akun dan password (kredensial) yang diketik, kemudian file data-data korban akan dikirim ke sebuah server, di mana penjahat dunia siber menunggu untuk memanfaatkan semua informasi sensitif tersebut.
Data tersebut pada umumnya akan digunakan untuk mengambil alih akun m-banking/e-banking milik pengguna, selain itu kredensial yang didapatkan akan dikumpulkan dan dikelola dengan cara mengelompokkan (biasanya berdasarkan kredensial organisasi tertentu), untuk selanjutnya jika sudah dalam jumlah tertentu akan diperjualbelikan di Dark Web (data breach).
Bagaimana Keylogger bisa masuk ke device ?
Yaitu ketika pengguna mengklik link atau membuka file seperti:
1. link phising yang ada di website, email dan media sosial
2. file .apk yang dikirim melalui media sosial (seperti WhatsApp)
Selain itu dapat juga masuk ketika pengguna :
3. memakai wifi publik yang tidak jelas siapa pemiliknya
4. mengisi daya device menggunakan port usb yang ada di tempat umum
5. memakai Add-on (program kecil yang menambah atau memperluas fitur browser)
Cara menghindari terkena Keylogger
1. tidak mudah percaya dengan link atau file yang dikirimkan oleh siapa pun termasuk orang terdekat
2. jika ingin mengetahui apakah link atau file yang diterima aman, bisa melakukan pengecekan/scan secara langsung terlebih dahulu (contohnya melalui https://www.virustotal.com) atau bertanya kepada orang yang memiliki ilmu terkait IT
3. tidak menggunakan wifi publik yang belum diketahui pemiliknya
4. gunakan stop kontak listrik arus AC untuk pengisian daya device
5. hindari pemakaian Add-on pada browser
6. untuk pemilik aplikasi, bisa menambahkan fitur Two Factor Authentication/Verifikasi Dua Langkah (menggunakan password dan kode OTP) atau Multi Factor Authentication (menggunakan password, kode OTP dan biometrik)
Cara mendeteksi Keylogger yaitu dengan menggunakan aplikasi program antivirus yang ada fitur anti spyware, dan lakukan scanning pada device yang terindikasi Keylogger.
Hal lain yang bisa dilakukan jika device terinfeksi Keylogger dan kesulitan mendapatkan program antivirus yaitu dengan cara memformat device atau mengembalikan ke settingan pabrik (reset factory), namun dengan resiko akan kehilangan data yang ada di device (direkomendasikan melakukan backup file device terlebih dahulu).
Langkah terakhir jika sudah memastikan seluruh device bersih dan aman dari Keylogger adalah dengan mengganti PIN (jika mempunyai aplikasi m-banking/e-banking) dan mengganti seluruh password di akun aplikasi yang dimiliki (contoh akun email, aplikasi media sosial, aplikasi perkantoran, dll). Sehingga kredensial yang sudah dicuri oleh Keylogger sudah tidak valid lagi passwordnya. Jangan lupa untuk mengganti password dengan kombinasi yang kompleks terdiri dari huruf besar, huruf kecil, angka dan karakter khusus (seperti: ! @ # $ % ^ & * spasi).

